https://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/issue/feedJurnal Sains dan Kesehatan Darussalam2025-09-18T06:38:18+00:00Elfariyantiuppmakafarma@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam adalah jurnal ilmiah multidisiplin ilmu yang berkomitmen untuk menyediakan platform berkualitas tinggi bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terkini dalam bidang sains dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam setahun (<strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>) oleh Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat. Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam mencakup berbagai bidang ilmu yaitu: <strong>Sains</strong> alam dan lingkungan; <strong>Kedokteran</strong> dan <strong>Kesehatan Masyarakat</strong>; <strong>Biologi, Kimia</strong> dan <strong>Fisika</strong> terapan; <strong>Farmasi</strong> dan <strong>Farmakologi; Kesehatan Jiwa</strong> dan <strong>Psikologi</strong>; Kesehatan Reproduksi; <strong>Nutrisi</strong> dan <strong>Gizi</strong>; Obat Tradisional dan <strong>Herbal</strong>; Kebidanan dan Keperawatan.</p>https://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/161Analisis Kandungan Pemanis Buatan Siklamat, Sakarin dan Aspartam Pada Permen Gulali (Halus Manis) Yang Beredar Di Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh 2025-08-19T00:26:25+00:00Irma Zarwindairmazarwinda566@gmail.comNurmalia Zakarialia.danalm@gmail.comElfariyantielfariyanti58@gmail.com<p>Pemanis buatan merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat memberikan rasa manis pada <br />produk makanan, akan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Penggunaan pemanis buatan dalam produk <br />pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM <br />RI) nomor 11 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pemanis buatan <br />sakarin, siklamat, dan aspartam pada jajanan gulali yang beredar di Kecamatan Baiturrahman Kota <br />Banda Aceh memenuhi standar yang ditetapkan BPOM atau tidak. Jenis penelitian adalah kualitatif dan <br />kuantitatif. Metode analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), <br />sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel pada penelitian ini berjumlah <br />3 (Tiga) sampel yang diambil secara total sampling. Hasil analisis kualitatif didapatkan bahwa ketiga <br />sampel gulali positif mengandung pemanis siklamat, sedangkan sakarin dan aspartam menunjukkan <br />hasil negatif. Hasil penetapan kadar siklamat didapatkan pada sampel 1 yaitu sebesar 5.123 mg/kg, <br />sampel 2 sebesar 9.366 mg/kg, dan sampel 3 sebesar 8.694 mg/kg. Kadar pemanis siklamat ketiga <br />sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/kg berat bahan.</p>2025-08-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/157Studi Formulasi Sediaan Masker Gel Peel Off Dari Sari Wortel (Daucus carota L) dan Madu (Mel depuratum) Sebagai Antioksidan2025-08-19T02:34:39+00:00Rinaldierixaza@yahoo.co.idAzmalina Adrianiazmalina77@gmail.comRizki Andaliarizkiandalia@gmail.comZawatul Afnaerixaza79@gmail.com<p>Wortel (Daucus carota L.) diketahui memiliki senyawa aktif antioksidan, vitamin C, vitamin A, yang <br />berpotensi dijadikan masker gel peel-off untuk melembabkan kulit. Madu memiliki kandungan vitamin <br />B kompleks, vitamin C, asam amino dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik <br />sediaan Masker gel peel of dari sari wortel (Daucus carota L.) dan madu (Mel depuratum) serta <br />mengukur aktivitas antioksidannya. Maker gel peel off dalam penelitian ini dibuat sebanyak 3 (Tiga) <br />formula dengan perbandingan persentase sari wortel dan madu masing-masingnya F1 (1:0,5); F2 <br />(3:1,5); dan F3 (5:2,5) serta F0 sebagai pembanding. Parameter yang dievaluasi adalah uji orgnoleptis, <br />homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu kering dan uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan <br />bahwa hasil uji organoleptis menunjukkan masker gel peel-off pada formula F1 bentuk semi padat (gel) <br />berwarna pink pudar, dan berbau khas wortel, formula F2 dan F3 bentuk semipadat (gel), warna Pink, <br />dan berbau khas wortel. Nilai pH semua formula adalah 7. Semua formula homogen. Hasil daya sebar <br />masker gel peel-off berkisar antara 7,7 - 9,0 cm, memiliki waktu mengering 10-13 menit. Hasil uji <br />antioksidan didapatkan berturut-turut sebesar 148,6 2025-08-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/156Karakterisasi Fisiologis Bakteri Asam Laktat Pada Tempe (Rhizopus oligosporus)2025-08-19T02:35:51+00:00Yuni Dewi Safridayunidewi.safrida@gmail.comAzmalina Adrianiazmalina77@gmail.comHardianahardiana7011@gmail.comRifa Risti Safirayunidewi.safrida@gmail.com<p>Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi <br />karbohidrat menjadi asam laktat dan telah digunakan sebagai kultur starter dalam fermentasi makanan <br />karena mampu meningkatkan kualitas, lama masa simpan, keamanan, kandungan nutrisi serta rasa <br />secara keseluruhan dari produk makanan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk <br />mengetahui jenis bakteri asam laktat (BAL) pada tempe berdasarkan karakteristik fisiologisnya. <br />Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akafarma Banda Aceh menggunakan metode <br />eksperimental dengan menggunakan uji biokimia yaitu uji katalase, uji motilitas, uji TSIA, dan uji <br />pewarnaa gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga isolat bakteri asam laktat pada <br />tempe yang berpotensi sebagai probiotik yang terdiri dari tiga genus bakteri yaitu Enterococcus, <br />Micrococcus, dan Lactobacillus.</p>2025-08-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/160Penetapan Kadar Mineral Kalsium Air Nira Aren Kabupaten Aceh Besar Secara Kompleksometri2025-08-12T12:03:30+00:00Azmalina Adrianiazmalina77@gmail.comRizki Andaliarizkiandalia@gmail.comHardianahardiana7011@gmail.comIrfan Mustafaazmalina77@gmail.com<p>Air nira aren diketahui memiliki kandungan protein, mineral, dan vitamin. Berbagai mineral penting <br />ditemukan dalam air nira aren seperti Kalium, Kalsium, Fosfor, Besi dan Natrium. Tujuan dilakukanya <br />penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan kadar mineral Kalsium dalam air nira aren <br />(Arenga piñata) daerah Seulimum Aceh Besar. Metode analisis kadar kalsium yang digunakan adalah <br />secara titrasi kompleksometri dengan menggunakan larutan standar Etilen Diamin Tetra Asetat (EDTA). <br />Parameter uji pada penelitian ini adalah uji organoleptik, uji pH, uji berat jenis, uji viskositas dan <br />penetapan kadar kalsium. Hasil yang diperoleh dari penelitian uji organoleptik berbau khas alkohol, <br />berasa manis keasaman dan berwarna putih susu. pH air nira aren yaitu 6,5, berat jenis (Bj) yaitu 1,0868 <br />g/mL, viskositas atau kekentalan 5,7992025-08-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/159Asesmen Spektrofotometri Flavonoid Dalam Peperomia Pellucida L. Kunth: Studi Perbandingan Polaritas Pelarut2025-08-12T12:04:57+00:00Safrinadexnachubby@gmail.comRiski Andaliadexnachubby@gmail.comRasidahdexnachubby@gmail.comNanda Aruliadexnachubby@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan flavonoid pada ekstrak Peperomia pellucida <br />L. Kunth berdasarkan perbedaan polaritas pelarut. Penentuan kadar flavonoid dilakukan menggunakan <br />metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar. Ekstraksi sampel dilakukan <br />menggunakan metode maserasi, di mana ekstrak etil asetat (EAE) menghasilkan ekstrak kental <br />sebanyak 13,092 gram dengan rendemen 26,184%, sedangkan ekstrak etanol (EtE) menghasilkan <br />ekstrak cair sebanyak 88,84 gram dengan rendemen 177,68%. Pengukuran dilakukan pada panjang <br />gelombang 431 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar flavonoid <br />yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat, yang dikonfirmasi melalui analisis statistik <br />menggunakan ANOVA (p < 0,05). Analisis regresi juga menunjukkan bahwa model EtE memiliki <br />distribusi residual yang lebih baik dibandingkan EAE, menandakan hubungan prediktif yang lebih kuat. <br />Pada model regresi EAE diperoleh nilai intercept sebesar 203,8095 (p = 0,02002) dan slope sebesar <br />0,07143 (p = 0,33333), yang menunjukkan bahwa kontribusi variabel independen tidak signifikan <br />secara statistik. Sebaliknya, model EtE menghasilkan nilai intercept sebesar 233,571 dengan slope nol, <br />yang semakin menegaskan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi flavonoid. Secara <br />keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan pelarut dalam proses ekstraksi <br />flavonoid dan menunjukkan potensi Peperomia pellucida sebagai sumber antioksidan alami, sehingga <br />dapat dikembangkan lebih lanjut dalam terapi berbasis herbal.</p>2025-08-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/162Neuro Senso Reflex Development dan Terapi Latihan: Strategi Fisioterapi pada Cerebral Palsy Spastik Diplegi2025-09-10T09:17:31+00:00Lisa Alyalisaalya58@gmail.comNurnarita Lailalisaalya58@gmail.com<p>Cerebral palsy merupakan kondisi kelumpuhan otak yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan gejala utama berupa spastisitas, gangguan motorik kasar, keterlambatan tumbuh kembang, serta masalah komunikasi dan adaptasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan fisioterapi pada pasien cerebral palsy spastik diplegi dengan pendekatan Neuro Senso Reflex Development (NSRD) dan terapi latihan di Klinik Griya Fisio Bunda Novy Yogyakarta, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek adalah anak dengan CP spastik diplegi yang menjalani 8 sesi intervensi NSRD dan terapi latihan. Data diperoleh melalui observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan spastisitas otot dari nilai 3 menjadi 2, namun tidak terjadi perubahan signifikan pada kemampuan fungsional, di mana pasien tetap berada pada klasifikasi GMFCS level IV. Kesimpulan, intervensi NSRD dan terapi latihan dapat menurunkan spastisitas, namun belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Temuan ini menekankan pentingnya program fisioterapi dengan durasi lebih panjang, intensitas lebih tinggi, dan dukungan keluarga agar tercapai perbaikan fungsional yang lebih optimal.</p>2025-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/164Studi Keamanan Pangan Pada Sirup Pala Produksi Kota Tapaktuan: Kajian Pemanis Siklamat dan Pengawet Asam Benzoat2025-09-18T06:36:49+00:00Elfariyantielfariyanti@yahoo.comIrma Zarwindazarwindairma26@gmail.comAyunielfariyanti@yahoo.comSafera Maulindazarwindairma26@gmail.com<p>Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologi, fisik, dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Produk hasil pangan dalam bentuk olahan hasil produksi Industri Rumah Tangga perlu dievaluasi keamanannya terutama dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis dan pengawet buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan produk sirup pala yang diproduksi di kota Tapaktuan dari pemanis siklamat dan pengawet asam benzoat, apakah memenuhi syarat Peraturan Kepala BPOM nomor 11 tahun 2019 tentang BTP atau tidak. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan pengendapan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri dan spektrofotometri UV Vis. Sampel penelitian berjumlah 5 sampel sirup pala dari produsen yang berbeda yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua sampel sirup pala positif mengandung siklamat dan asam benzoat. Kadar siklamat yang didapatkan jauh melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/Kg bahan. Kadar siklamat sampel A-E berturut-turut sebesar 26.910 mg/Kg; 21.850 mg/Kg; 22.020 mg/Kg; 24.430 mg/Kg; dan 26.040 mg/Kg. Adapun kadar asam benzoat masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan (600 mg/Kg), yaitu berturut-turut sebesar 58,50 mg/Kg; 70,13 mg/Kg; 58,50 mg/Kg; 79,66 mg/Kg; dan 95,53 mg/Kg. Produk sirup pala produksi kota Tapaktuan masih aman untuk dikonsumsi jika tidak melebihi dari 15 mL per hari.</p> <p><strong> </strong><strong>Kata kunci </strong>: sirup pala; siklamat; asam benzoat; gravimetri; spektrofotometri UV Vis</p>2025-09-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/163Intervensi Fisioterapi Skoliosis Tipe C dengan Bugnet Exercise dan Korset Lumbal2025-09-18T06:38:18+00:00ayuna rizkaayunatakengon@gmail.comMiftahul Jannahmiftahul.jannah22@unmuha.ac.idNurnarita Lailaayunatakengon@gmail.comSri Alna Mutiaayunatakengon@gmail.com<p>huruf C yang dapat menyebabkan gangguan postur, nyeri, dan keterbatasan fungsi. Intervensi fisioterapi diperlukan untuk mengurangi keluhan dan memperbaiki keseimbangan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek intervensi fisioterapi berupa <em>Bugnet Exercise</em> dan penggunaan korset lumbal pada pasien dengan skoliosis tipe C. Desain penelitian adalah studi kasus deskriptif pada seorang pasien yang menjalani fisioterapi di Praktik Fisioterapi Zahara Takengon. Intervensi dilakukan sebanyak delapan sesi dengan kombinasi latihan <em>Bugnet </em>yang menekankan pada penguatan otot, peregangan, serta perbaikan kontrol postural, disertai penggunaan korset lumbal sebagai alat bantu stabilisasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari VAS 6 menjadi 2, peningkatan kekuatan otot postural dan ekstremitas bawah dari MMT grade 3 menjadi 4–5, peningkatan lingkup gerak sendi sebesar 10°–15°, serta perbaikan kemampuan fungsional pasien dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi antara <em>Bugnet Exercise</em> dan korset lumbal terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas postur, dan memperbaiki fungsi gerak pasien dengan skoliosis tipe C. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari fisioterapi konservatif, khususnya untuk pasien usia lanjut.</p>2025-09-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam